PROSES SOSIAL YANG BERSIFAT DISOSIATIF

  1. 1.       Persaingan (competiton)

Persaingan adalah suatu perjuangan yang dilakukan perorangan atau kelompok sosial tertentu agar memperoleh kemenangan atau hasil secara kompetitif, tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik.

Konsepsi tersebut merupakan definisi persaingan dalam arti  yang “sehat”, dengan pola aturan main yang wajar. Dalam kenyataan masyarakat, terutama dibidang bisnis dan politik, sering kita temukan pola persaingan bebas yang “tidak sehat” dengan menghalalkan segala cara demi tercapainya kemenangan.

Persaingan memiliki fungsi yang dinamis yaitu:

  1. Menyalurkan daya kreativitas yang dinamis.
  2. Menyalurkan daya juang yang sifatnya kompetitif.
  3. Memberikan stimulus atau rangsangan dinamis untuk berprestasi  secara  optimal.
  4. Menyeleksi penempatan atau kedudukan sesorang dalam hierarkhi organisasi secara tepat sesuai dengan kemampuannya (the right man in the right palce).
  5. Menghasilkan spesialisasi keahlian  yang menghasilkan sistem pembagian kerja secara efektif.

 

Ruang lingkup persaingan meliputi berbagai bidang berikut ini:

  1. Sosial ekonomi, seperti bidang perdagangan.
  2. Sosial budaya, seperti bidang kesenian dan keolahragan.
  3. Sosial politik, seperti bidang pemerintahan dan organisasi politik.
  4. Keagamaan, misalnya di antara kelompok-kelompok atau sekte yang berlainan   paham keagamaannya.

 

Suatu persaingan diharapkan dapat menghasilkan:

  1. Perubahan sikap dan kepribadian yang makin mantap,
  2. Daya juang yang dinamis dan progresif,
  3. Timbulnya rasa percaya diri, dan
  4. Makin kokohnya solidaritas dan kebanggan kelompok.

 

  1. 2.       Kontravensi

Kontravensi adalah bentuk proses sosial yang berada diantara persaingan dan pertentangan atau konflik. Wujud kontravensi antara lain sikap tidak senang, baik secara tersembunyi maupun secara terang-terangan yang ditujukan terhadap perorangan atau kelompok maupun terhadap unsur-unsur kebudayaan golongan tertentu. Sikap tersebut dapat berubah menjadi kebencian, tetapi tidak sampai menjadi konflik.

Kontravensi memiliki lima bentuk yaitu:

  1. kontravensi yang bersifat umum, seperti penolakan, keengganan, gangguan   terhadap pihak lain, pengacauan rencana pihak lain, dan perbuatan kekerasan.
  2. Kontravensi yang bersifat sederhana seperti memaki-maki, menyangkal pihak lain, mencerca, memfitnah, dan menyebarkan selebaran.
  3. Kontravensi yang bersifat intensif seperti: penghasutan, penyebaran desas-desus, dan mengcewakan pihak lain.
  4. kontravensi yang bersifat rahasia seperti: mengumumkan rahasia pihak lain, berkhianat.
  5. kontravensi yang bersifat taktis, seperti: intimidasi, provikasi, mengejutkan pihak lawan, mengganggu atau membingungkan pihak lawan.

 

Tipe-tipe umum kontravensi meliputi:

  1. Kontravensi yang menyangkut generasi, misalnya perbedaan pendapat antara  golongan tua dengan golongan muda.
  2. Kontravensi yang menyangkut perbedaan jenis kelamin, misalnya perbedaan golongan wanita dan golongan pria.
  3. Kontravensi parlemen, misalnya pertentangan golongan mayoritas dengan minoritas di masyarakat.

 

  1. 3.        Pertentangan atau Konflik sosial

Pertentangan atau konflik sosial adalah proses sosial antarperorangan atau kelompok masyarakat tertentu akibat adanya perbedaan paham dan kepentingan yang sangat mendasar sehingga menimbulkan adanya semacam gap atau jurang pemisah di antara mereka. Upaya untuk memenuhi tujuan mereka dilakukan secara tidak wajar dan tidak konstitusional yang saling menjatuhkan.

Sebab-sebab munculnya konflik antara lain sebagai berikut:

  1. Perbedaan pendapat
  2. Perselisihan pahgam yang berkepanjangan yang mengusik harga diri serta kebanggan masing-masing pihak.
  3. Benturan kepentingan yang sama.
  4. Perbedaan sistem nilai dan norma dari kelompok masyarakat yang berlainan kebudayaan.
  5. Perbedaan kepentingan politik, baik dalam satu negara ataupun antarnegara.

 

Adapun bentuk-bentuk konflik atau pertentangan antara lain:

  1. Konflik pribadi, yaitu konflik antarindividu yang ditandai dengan rasa saling  benci terhadap pihak lawan.
  2. Konflik rasial, yaitu konflik yang terjadi karena adanya perbedaan ciri-ciri fisik kebudayaan. Misalnya pertentangan antara ras kulit putih dengan ras kulit hitam (negro).
  3. Konflik antarkelas sosial, konflik yang terjadi karena adanya perbedaan kepentingan antarkelas sosial, misalnya konflik antara majikan dan buruh.
  4. Konflik politik, misalnya konflik antarpendukung parpol dalam pemilu.
  5. Konflik internasional, pertentangan yang terjadi akibat perbedaan kepentingan antarnegara yang akhirnya menyangkut kedaulatan negara.

Pertentangan atau konflik jelas menimbulkan berbagai dampak, diantaranya adalah:

  1. Apabila suatu kelompok bertentangan dengan kelompok lain, solidaritas antarwarga kelompok biasanya bertambah erat. Mereka bersedia berkorban demi keutuhan kelompoknya.
  2. Apabila pertentangan antargolongan terjadi dalam suatu kelompok berakibat sebaliknya, yaitu retaknya persatuan dalam kelompok tersebut.
  3. Bentuk pertentangan yang terberat misalnya peperangan dapat menyebabkan penderitaan, dan jatuhnya korban baik benda dan jiwa.
  4. Apabila kekuatan-kekuatan pihak-pihak yang bertentangan seimbangdimungkinkan timbul akomodasi.

 

Pertentangan atau konflik merupakan proses disosiatif yang tajam, Namun walaupun begitu, sebagai asalah satu proses social, konflik dapat berfungsi pasitif bagi masyarakat. Adapun sisi positif konflik social adalah:

  1. Dapat memperjelas aspek-aspek kehidupan yang belum jelas atau belum tuntas dipelajari.
  2. Memungkinkan adanya penyesuaian kembali norma-norma dan nilai-nilai serta hubungan social dalam kelompok bersangkutan sesuai dengan kebutuhan individu dan kelompok.
  3. Merupakan jalan mengurangi ketegangan antar individu dan kelompok.
  4. Membantu menghidupkan kembali norma-norma lama dan menciptakan norma-norma yang baru.
  5. Dapat berfungsi sebagi sarana untuk mencapai keseimbangan antara kekuatan-kekuatan dalam masyarakat.
Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: